Tuesday, 21 March 2017

5 Months Pregnant

Ternyata Allah itu sesuai keinginan hambanya ya. Aku mengaca di siang bolong, inikah hambanya? semua keinginanku diberikan, termasuk memiliki bayi laki-laki. Lantas aku malu, tidak sepantasnya aku mendapatkan semua apa yang aku inginkan. Memangnya berapa persentase keimanan ini?
Sekarang tinggal cari nama (doa) yang islami. Mulai merasakan kaki bengkak, perut mulai gatal, stretch mark mulai bertambah banyak. Kalau kata suami itu semua getaran cinta, rasanya sakit namun hati senang.

#semoga menjadi anak soleh, my baby boy "350gr"



Monday, 6 March 2017

4 Months Pregnant

Sekarang hari senin, 06 Maret 2017. Bukanlah awal hari yang dipadati kendaraan sehingga membuat ibu kota macet. Hari ini adalah hari dimana tepat aku menginjakkan umur ke 27, bukan seperti ulang tahun lalu yang ditemani terkasih, teman, dan penuh kejutan. Ulang tahun ini pertama kalinya aku menjadi calon ibu.
Kini usia kandunganku menginjak 4 bulan. Masih tebak-tebakan dengan ayahmu tentang jenis kelaminnu.
Tahukah kamu, kami sudah jatuh cinta jauh sebelum mengetahui keberadaanmu. Saat kami belum melihat rupamu, saat kami belum mengetahui jenis kelaminmu, dan saat kami belum memilikimu. 


Thursday, 26 January 2017

3 Months Pregnant

Hi, sekarang kamu sudah genap 3 bulan. Sudah mulai lengkap anggota tubuhnya, tinggal pembesarannya. Dede masih hitungan gram, jadi Bunda masih belum capek bawa dede kemana-mana. Kemarin kata dokter dede sudah 4.5 cm, ya sekarang sudah hitungan inchi. Ternyata bayi itu cepet banget ya berkembangnya, nggak nyangka.
Seneng banget kemarin pas USG detak jantungmu normal, perut Bunda juga mulai gatal karena mulai membesar. Berat badan cuma naik 1/2 kg, maaf ya de Bundanya belum nafsu banget makannya.
Hari ini Bunda ngerasain kamu mulai bergerak, rasanya kayak nyut-nyutan ya hehehe.
Kata Ayah dede cewek, kalau kata Bunda dede cowok. Apapun jenis kelamin kamu nantinya kami tetap sayang kamu. Kalau cukup satu mengapa harus dua, kalau cukup dua mengapa harus tiga? begitulah selanjutnya. Karna manusia jauh dari kata cukup sebelum bersyukur.
Kamu penerus keluarga, kamu harapan kami, kamu kebanggaan kami. Sehat terus ya de, semoga Allah terus menjaga kamu hingga 9 bulan, amiiiiiin....

Wednesday, 28 December 2016

2 months pregnant

Sekarang waktu yang paling dinantikan adalah waktunya ke dokter, melihat pertumbuhan kamu lewat Ultrasonografi.
Nggak berasa sekarang kamu sudah hitungan centimeter bukan lagi milimeter.
Semoga kamu terus dalam lindungan Allah dan memang rezeki buat kami sampai sembilan bulan. Disehatkan badannya, dikuatkan janinnya, disempurnakan tubuhnya, ditambahkan rezekinya yang halal, yang BANYAK, yang mubarokah, amiiiin YRA.
*BANYAKnya sampai Bunda capslock tuh, colek Ayah.
Kehamilan banyak nggak enaknya, tapi semua itu Bunda syukuri sebagai nikmat.
Nafas mulai terengah, semua yang Bunda lakukan sendiri tidak bisa lagi mandiri.
Sampai iri kalau ngeliat Ayah.
*Padahal semua ini karena perbuatan Ayah, LOH.
Ayahnya enak banget ya de kalau lagi makan, ngeliatnya lahap. Bunda ngeliat makanan aja males, makan aja mau muntah terus, padahal lauknya sama.
Apalagi kalau ngeliat Ayah tidur bisa tengkurep, Bunda cuma bisa balik kanan kiri, gerah sendiri.
Sekarang jalan juga gak bisa cepat-cepat, semuanya yang dikerjakan dengan lamban.
Mengerjakan apapun cepat lelah, cepat gerah, cepat marah.
Tapi Bunda nggak benci kok sama Ayah, Bunda sayang banget sama Ayah, soalnya kalo Bunda kebanyakan benci Ayah nanti dede mirip Ayah lagi.
*Jangan yaaaaak, anak Bunda mirip Bunda aja.

Wednesday, 14 December 2016

Saya (IBU)

Tiada kata yang patut diucapkan selain rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Tuhan semesta alam. Tahun ini adalah waktu yang kami tunggu-tunggu kehadiran sang buah hati kecil pelengkap kebahagiaan kami. Alhamdulillah Allah memberikan lebih cepat dari dugaan saya. Kira-kira 5.9 mm tiba-tiba embrio ini sudah ada di dalam perut saya. Lagi-lagi saya merasa Allah terlalu sayang kepada hambanya yang satu ini.
1. Sudah mulai merasakan mual
2. Sudah mulai merasakan pusing
3. Sudah mulai merasakan semua otot meregang
4. Sudah mulai rakus makannya

Saya hanya berdoa semoga calon bayi ini menjadi anak soleh dan solehah penerus keturunan Nabi Muhammad. Kami sudah mulai memikirkan:
1. Biaya perbulan yang dikeluarkan? 
Semakin tua kehamilan semakin sering periksa kandungan
2. Rumah Sakit mana yang tepat?
Jarak dan fasilitasnya
3. Cewek atau Cowok kira-kira?
Pengennya sih cowok, kalau bisa kembar, dan kalau bisa mirip mamahnya saja.
4. Kira-kira siapa ya namanya?
Kalau cewek siapa? Kalau cowok siapa?
5. Lahirannya kapan?
Mudah-mudahan di bulan Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, pokoknya bulan-bulan baiklah
6. Terakhir: "KAPAN RESIGNNYA?"
Gajah Mada - Ulujami itu sungguh melelahkan, bukan untuk saya, tapi untuk si jabang bayi.

Sabar ya sayang, kami pasti akan memberikan yang terbaik untuk kamu. *pelukciumdarikami*

Sunday, 4 December 2016

Pilihan Besar dan Kecil Dalam Hidup

Baru saja kemarin lalu saya bahas tentang tiga pilihan terbesar dalam hidup. Kali ini pilihannya tidak terlalu besar (kecil), akan tetapi yang besar tersebut justru kalah dengan pilihan kecil. Intinya disini adalah saya mengintruksikan kepada yang sayang dengan saya, yang cinta dengan saya, bahkan yang ngefans berat dengan saya, semua hal yang berhubungan dengan saya mohon jangan lewat batas. Karena saya hanyalah hamba-Nya yang suatu saat dapat diambil secara tiba-tiba, dan saat itulah keikhlasan anda diuji. 
Hubungan ini terjalin begitu erat, tidak dihubungkan dengan benang yang mudah diputuskan dengan alat. Bahkan lebih kuat sampai anda membukanya harus dengan Personal Identification Number. Ah hanya masalah kecil, mungkin karena debay yang belum dipercaya-Nya keluar terus akan seperti itu. Semua saya anggap masalah kecil, hingga sudah besarpun saya masih anggap dia kecil.

Tuesday, 22 November 2016

Jawab YA atau TIDAK

Awalnya sih saya malas bawa-bawa politik ke dalam blog saya. Namun lama-lama saya geram juga. Apa sih yang diinginkan umat muslim sekarang? Kok perangnya lawan sesama muslim ya? Yang satu teriak Allahu Akbar, yang satu teriak Allahu Akbar juga? Mungkin malaikat yang lihat juga bingung, ini mana yang harus dilindungi? Dua-duanya teriak Allahu Akbar.

Kejadiannya sih di sosial media. Banyak yang saya lihat biasanya tidak pernah posting masalah agama, saat kejadian ahok menghina islam berbondong-bondong mereka posting masalah agama. Padahal yang saya tahu kesehariannya mereka mungkin pegang Al Quran saja tidak. Saat Al Quran dihina mereka berbondong-bondong minta peradilan dan mengatasnamakan Menolong Allah. Please deh, untuk apa saya berdoa kalau ujung-ujungnya saya yang menolong Allah? Saya berdoa karena saya yakin Allah SWT Maha Penolong. Sah-sah saja berunjuk rasa, karena mungkin hukum di Indonesia semakin tinggi, semakin tumpul, jadi kalau tidak didemo maka tidak diadili. Saya tidak ikut berdemo yang memakan waktu sekitar 5 jam, karena lebih baik saya membaca Al Quran yang 5 jam saya membacanya sudah dapat banyak a’in dan perhurufnya sudah pasti mendapatkan pahala. Tapi saya tidak menyalahkan mereka yang berdemo, karena saya tahu ulama itu ada dua macam:
1.       Yang lemah lembut, karena Rasulullah pada dasarnya mengajarkan kelembutan untuk menaklukan kaum kafir.
2.       Yang keras, karena manusia zaman sekarang harus dikerasi baru paham, kalau lembek akan diinjak-injak.
Kedua sifat tersebut tergabung dalam satu pada diri Rasulullah. Beliau sangat lemah lembut, namun beliat sangat keras saat peperangan. Keduanya tidak salah, seperti halnya Muhammadiyah dan NU. Mau Muhammadiyah yang lebarannya duluan, ataupun NU yang lebarannya besok, kita semua sama. Sama-sama berpuasa, sama-sama merayakan lebaran, sama-sama shalat, yang membedakan hanya waktu lebarannya. Keduanya berpegang teguh satu dalam Al Quran dan memiliki ulama masing-masing, yang salah itu jika tidak berpegang teguh pada siapapun. Pertanyaanannya
1.       Apakah Muhammadiyah salah?
2.       Apakah NU salah?
3.       Apakah saya salah tidak ikut bedemo?

Masih disosial media. Saya heran kok umat islam cepat banget ya percaya akan hoax sebelum mencari tahu berita itu benar atau tidaknya? Langsung main share saja. Please sekarang 2016, jangankan berita, foto apapun bisa diedit agar terlihat nyata. Akhirnya timbul panas, kesal, dan dari situ bisa terjadi perpecahan. Harusnya kata-kata yang diamati adalah kata “PERPECAHAN” bagaimana agar perpecahan tersebut tidak muncul. Heran kok umat islam mudah diadu domba sama media.

Adalagi saya pernah dengar: “Jika ada umat islam yang tidak marah saat Al Quran dihina, maka keimanannya harus dipertanyakan” Awalnya sih statement ini keluar dari mulut habaib. Tapi karena di share, maka keluar dari mulut semua orang. Pikir saya apa tidak malu bicara seperti itu? Kita ini belum sempurna menilai seseorang, apalagi menilai keimanan seseorang. Shalat saja masih sering bolong, maksiat saja masih sering dijalankan. Kalau alim ulama yang bicara seperti itu sah sah saja, tapi kalau kita? Tanya pada diri sendiri apakah kita berhak mengeluarkan statement seperti itu? Saya marah ketika ada yang menghina Islam, saya marah ketika ada yang menghina Al Quran.
1.       Apakah kemarahan saya wajib saya umbar-umbarkan hingga seluruh dunia tahu kalau saya marah?
2.       Perlukah saya bicara kepada setiap orang agar semua orang yang tidak marah terhadap hal tersebut untuk satu suara seperti saya?
3.       Apakah tingkat keimanan saya baik jika saya marah dan meshare kemarahan saya saat Al Quran dihina?
4.       Apakah tingkat keimanan saya buruk jika saya tidak marah dan tidak share kemarahan saya saat Al Quran dihina?

Pernah saya dapat sepenggal cerita tentang preman dan ustad. Ustad ini melihat adanya preman yang bertaubat. Kata ustad: “Kamu preman kan? Ngapain kamu taubat. Allah gak akan terima taubat kamu, percuma kamu shalat, dosa kamu sudah kebanyakan, sudah pasti masuk neraka”. Mendengar statement ustad tersebut maka preman itupun tidak jadi bertaubat dan kembali menjadi preman. Apa yang terjadi dengan ustad tersebut? Ustad tersebut masuk neraka karena berstatment mendahului Allah, karena ustad tersebut, preman yang ingin bertaubat menjadi patah arang dan kembali melakukan kebathilan. Ustad saja bisa salah mengeluarkan statement, apa statement kita sudah pasti benar (orang biasa/bukan ustad)?
Masalah surga dan neraka yang ditanyanya adalah:
1.       Siapa Tuhanmu? Tuhanku Adalah Allah
2.       Apa Agamamu? Agamaku Islam
3.       Siapakah Nabimu? Nabiku Nabi Muhammad
4.       Apa Kitabmu? Kitabku Al Quran
Tidak ada pertanyaan tambahan:
5.       Pro penista agama atau kontra penista agama? Kontra penista agama

Ada lagi wanita muslim yang pro ahok dikatakan “kurang ngaji” Apakah statement ini berlaku untuk kita (orang biasa/bukan ustad) untuk menghakiminya? Dengan begitu wanita tersebut akan selalu jauh dari kata NGAJI, karena yang dia tahu saat ini dia ada diposisi yang benar.

Saya muslim dan saya kontra ahok. Tapi saya tidak menjatuhkan mereka yang pro ahok, saya cukup mendoakan agar mereka diberikan hidayah oleh Allah SWT, dan saya sadar kiamat itu semakin dekat bukan semakin jauh, jadi hal-hal serupa dengan ini nantinya akan timbul lagi, dan tanda-tanda datangnya hari akhir adalah Manusia tidak mengetahui lagi antara yang hak dengan yang bathil. Hal itu karena manusia sekarang terlalu pintar. Banyak orang pintar, tetapi tidak jadi orang benar. Berbeda dengan orang dulu yang jika dikatakan: “Jangan menjahit dimalam hari, pamali” Adanya kata PAMALI tidak akan menjadi pertanyaan lagi, pokoknya pamali. Tapi sekarang harus ada jawaban kenapa tidak boleh menjahit dimalam hari? Karena tidak terlihat (lebih gelap dibandingkan siang hari) meski adanya lampu penerangan, dengan menjahit di malam hari kemungkinan jarimu tertusuk jarum akan lebih besar dibandingkan kamu menjahit pada siang hari. Intinya nasihat orang dulu benar tapi pada saat sekarang nasihat itu tetap berlaku jika ada alasannya. Contohnya dalam hal agama: Seorang wanita yang sedang mens dilarang masuk masjid. Saat ini banyak mereka dengan ilmu logisnya yang mengatakan, tidak apa asal tidak tembus, kalau dulu kan belum ada pembalut jadi pasti tembus. Logikanya memang benar, tapi kemaluan wanita bentuknya dari dulu sampai sekarang tetap sama, bukan karena tembus atau tidaknya tapi masjid adalah tempat suci dan wanita yang mens sedang dalam keadaan tidak suci, jangankan masuk masjid, berkeliaran disekitar masjid saja makruh. Hukum dalam islam sudah jelas dan tidak dapat dikarang lagi, jadi janganlah pakai keadaan sekarang untuk merubah hukum tersebut, hanya perlu kelogisannya yang lebih dipertanggung jawabkan untuk mereka orang-orang logistis.

Jadi janganlah timbul konflik antara yang pro ahok dengan yang kontra ahok. Toh mereka masih satu agama dengan kita, ibadahnya juga masih sama. Jangan suka menjudge orang, baik yang pro ahok maupun yang kontra ahok. Carilah persamaan jangan mencari perbedaan, karena dari situlah akan tumbul perpecahan. Ibarat padi makin berisi, makin merunduk, ibarat orang makin pintar makin tidak sombong. Kalau sudah tahu mereka salah dan tidak mau dibenarkan, cukup doakan saja agar mereka mendapat hidayah.