Wednesday, 19 April 2017

6 Months Pregnant

Mungkin sekarang aku beruntung menjadi seorang wanita. Setidaknya aku bisa merasakan bagaimana kejadian aku ada di muka bumi ini. Bagaimana rasanya ada makhluk yang bergerak ada di dalam perut, makan apa yang ku makan, menangis bila aku tersedih, tertawa bila aku bahagia, dan selalu aku bawa kemanapun berada.
Pernah ada seorang wanita di dalam bus menanyakanku, sudah berapa bulan bu? Sudah di USG?
Ya, aku jawab. Saya sudah 6 bulan, dan calon bayi saya laki-laki. Lalu wanita tersebut melihat ke bawah searah dengan kakiku berpijak. Kakinya sudah bengkak ya? Ya, aku bilang. Kakiku memang sudah bengkak sejak 5 bulan, jangankan berlari, berjalan saja harus menahan nyeri. Ibu dijemput suami? wanita tersebut bertanya kembali. Tidak, saya bareng teman saya, bila tidak memungkinkan saya naik Ojek Online, kataku demikian. Kemudian wanita tersebut mengelus perutku dan menginginkan mencium perutku. Aku pun mengizinkannya, terlihat kegembiraan dalam senyumannya, dan kesedihan dimatanya  sambil bicara "nikmat ya bu jadi wanita hamil, sehat terus ya bu" Saat itu aku tidak banyak bertanya dikarenakan mata yang lebih menginginkan tertidur dari pada berbincang. Semoga wanita tadi menginginkan apa yang dinantikannya.

#orang-pertama-sebagai-pelaku-utama

Tuesday, 21 March 2017

5 Months Pregnant

Ternyata Allah itu sesuai keinginan hambanya ya. Aku mengaca di siang bolong, inikah hambanya? semua keinginanku diberikan, termasuk memiliki bayi laki-laki. Lantas aku malu, tidak sepantasnya aku mendapatkan semua apa yang aku inginkan. Memangnya berapa persentase keimanan ini?
Sekarang tinggal cari nama (doa) yang islami. Mulai merasakan kaki bengkak, perut mulai gatal, stretch mark mulai bertambah banyak. Kalau kata suami itu semua getaran cinta, rasanya sakit namun hati senang.

#semoga menjadi anak soleh, my baby boy "350gr"



Monday, 6 March 2017

4 Months Pregnant

Sekarang hari senin, 06 Maret 2017. Bukanlah awal hari yang dipadati kendaraan sehingga membuat ibu kota macet. Hari ini adalah hari dimana tepat aku menginjakkan umur ke 27, bukan seperti ulang tahun lalu yang ditemani terkasih, teman, dan penuh kejutan. Ulang tahun ini pertama kalinya aku menjadi calon ibu.
Kini usia kandunganku menginjak 4 bulan. Masih tebak-tebakan dengan ayahmu tentang jenis kelaminnu.
Tahukah kamu, kami sudah jatuh cinta jauh sebelum mengetahui keberadaanmu. Saat kami belum melihat rupamu, saat kami belum mengetahui jenis kelaminmu, dan saat kami belum memilikimu. 


Thursday, 26 January 2017

3 Months Pregnant

Hi, sekarang kamu sudah genap 3 bulan. Sudah mulai lengkap anggota tubuhnya, tinggal pembesarannya. Dede masih hitungan gram, jadi Bunda masih belum capek bawa dede kemana-mana. Kemarin kata dokter dede sudah 4.5 cm, ya sekarang sudah hitungan inchi. Ternyata bayi itu cepet banget ya berkembangnya, nggak nyangka.
Seneng banget kemarin pas USG detak jantungmu normal, perut Bunda juga mulai gatal karena mulai membesar. Berat badan cuma naik 1/2 kg, maaf ya de Bundanya belum nafsu banget makannya.
Hari ini Bunda ngerasain kamu mulai bergerak, rasanya kayak nyut-nyutan ya hehehe.
Kata Ayah dede cewek, kalau kata Bunda dede cowok. Apapun jenis kelamin kamu nantinya kami tetap sayang kamu. Kalau cukup satu mengapa harus dua, kalau cukup dua mengapa harus tiga? begitulah selanjutnya. Karna manusia jauh dari kata cukup sebelum bersyukur.
Kamu penerus keluarga, kamu harapan kami, kamu kebanggaan kami. Sehat terus ya de, semoga Allah terus menjaga kamu hingga 9 bulan, amiiiiiin....

Wednesday, 28 December 2016

2 months pregnant

Sekarang waktu yang paling dinantikan adalah waktunya ke dokter, melihat pertumbuhan kamu lewat Ultrasonografi.
Nggak berasa sekarang kamu sudah hitungan centimeter bukan lagi milimeter.
Semoga kamu terus dalam lindungan Allah dan memang rezeki buat kami sampai sembilan bulan. Disehatkan badannya, dikuatkan janinnya, disempurnakan tubuhnya, ditambahkan rezekinya yang halal, yang BANYAK, yang mubarokah, amiiiin YRA.
*BANYAKnya sampai Bunda capslock tuh, colek Ayah.
Kehamilan banyak nggak enaknya, tapi semua itu Bunda syukuri sebagai nikmat.
Nafas mulai terengah, semua yang Bunda lakukan sendiri tidak bisa lagi mandiri.
Sampai iri kalau ngeliat Ayah.
*Padahal semua ini karena perbuatan Ayah, LOH.
Ayahnya enak banget ya de kalau lagi makan, ngeliatnya lahap. Bunda ngeliat makanan aja males, makan aja mau muntah terus, padahal lauknya sama.
Apalagi kalau ngeliat Ayah tidur bisa tengkurep, Bunda cuma bisa balik kanan kiri, gerah sendiri.
Sekarang jalan juga gak bisa cepat-cepat, semuanya yang dikerjakan dengan lamban.
Mengerjakan apapun cepat lelah, cepat gerah, cepat marah.
Tapi Bunda nggak benci kok sama Ayah, Bunda sayang banget sama Ayah, soalnya kalo Bunda kebanyakan benci Ayah nanti dede mirip Ayah lagi.
*Jangan yaaaaak, anak Bunda mirip Bunda aja.

Wednesday, 14 December 2016

Saya (IBU)

Tiada kata yang patut diucapkan selain rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Tuhan semesta alam. Tahun ini adalah waktu yang kami tunggu-tunggu kehadiran sang buah hati kecil pelengkap kebahagiaan kami. Alhamdulillah Allah memberikan lebih cepat dari dugaan saya. Kira-kira 5.9 mm tiba-tiba embrio ini sudah ada di dalam perut saya. Lagi-lagi saya merasa Allah terlalu sayang kepada hambanya yang satu ini.
1. Sudah mulai merasakan mual
2. Sudah mulai merasakan pusing
3. Sudah mulai merasakan semua otot meregang
4. Sudah mulai rakus makannya

Saya hanya berdoa semoga calon bayi ini menjadi anak soleh dan solehah penerus keturunan Nabi Muhammad. Kami sudah mulai memikirkan:
1. Biaya perbulan yang dikeluarkan? 
Semakin tua kehamilan semakin sering periksa kandungan
2. Rumah Sakit mana yang tepat?
Jarak dan fasilitasnya
3. Cewek atau Cowok kira-kira?
Pengennya sih cowok, kalau bisa kembar, dan kalau bisa mirip mamahnya saja.
4. Kira-kira siapa ya namanya?
Kalau cewek siapa? Kalau cowok siapa?
5. Lahirannya kapan?
Mudah-mudahan di bulan Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, pokoknya bulan-bulan baiklah
6. Terakhir: "KAPAN RESIGNNYA?"
Gajah Mada - Ulujami itu sungguh melelahkan, bukan untuk saya, tapi untuk si jabang bayi.

Sabar ya sayang, kami pasti akan memberikan yang terbaik untuk kamu. *pelukciumdarikami*

Sunday, 4 December 2016

Pilihan Besar dan Kecil Dalam Hidup

Baru saja kemarin lalu saya bahas tentang tiga pilihan terbesar dalam hidup. Kali ini pilihannya tidak terlalu besar (kecil), akan tetapi yang besar tersebut justru kalah dengan pilihan kecil. Intinya disini adalah saya mengintruksikan kepada yang sayang dengan saya, yang cinta dengan saya, bahkan yang ngefans berat dengan saya, semua hal yang berhubungan dengan saya mohon jangan lewat batas. Karena saya hanyalah hamba-Nya yang suatu saat dapat diambil secara tiba-tiba, dan saat itulah keikhlasan anda diuji. 
Hubungan ini terjalin begitu erat, tidak dihubungkan dengan benang yang mudah diputuskan dengan alat. Bahkan lebih kuat sampai anda membukanya harus dengan Personal Identification Number. Ah hanya masalah kecil, mungkin karena debay yang belum dipercaya-Nya keluar terus akan seperti itu. Semua saya anggap masalah kecil, hingga sudah besarpun saya masih anggap dia kecil.