Tuesday, 18 October 2016

Minggu, 16 Oktober 2016

HAPPY BIRTHDAY ABANG KE-25

Dear abang yang berulang tahun hari ini,
Selamat ya atas bertambahnya umur kamu yang ke 26, inget kan aku? Sengaja judulnya 25, biar kamu protes sedikit, seru tau bang kalo kamu protes. Seakan-akan tuh aku anak kecil yang perlu diajarin, yang masih lugu, gak bisa dimarahin, selalu dinasehatin. Seenggaknya aku masih berpegang teguh sama pedoman kita “Bersamamu, aku tak ingin pintar. Agar masalah sepele tak diperdebatkan, dan masalah besar bisa ditertawakan” *cieee…..*
Bang, masih inget nggak tahun lalu di tanggal dan bulan yang sama kamu masih perjaka loh! Selalu kece dan so cool gitu kalo ketemu, kesenggol kamu sedikit aja aku ngerasanya enyer-enyeran, ada sesuatu yang kedut-kedutan gitu, hahahaha. *tepokjidat* Sekarang kamu masih so cool sih, karna selalu aku terus yang nyenggol kamu duluan, kamu boro-boro nyenggol, di senggol aja kadang marah. Sejenis Edward Cullen di film twilight, atau mungkin bisa lebih cool dari itu. Dulu BBM perhatian kamu absen sehari aja dari dadaku langsung nyesek (gegana = gelisah galau merana), kalau sekarang tiba-tiba kamu bbm perhatian yang ada aku shock! (katak muda = karna tak mungkin jua), orang kalo di bbm sekali aja jarang di read, dua kali baru di read, kalo udah nggak penting nunggu besok di bbm baru di read, kalo penting dibales segera, kalo nggak penting dibalesnya 3-5 jam kemudian, itupun cuma iya, oke, sip, kalo lagi males ngetik paling di kasih emot doang *hmmmm*
Kalau ngebandingin sama suami yang lain, alangkah beruntungnya aku punya suami kayak kamu, jarang nongkrong, jarang ngopi, nggak ngeroko, jajan sembarangan juga enggak, yahhh seenggaknya 50.000 masih lebih buat 3 hari, hahahaha. Super irit dah pokoknya, jadi serasi gitu sama aku bagai WORKSHOP, kamu yang WORKnya, aku yang SHOPnya. *loh* Tapi itu bukan penyebab kamu kurus ya bang, kamu kan kurus udah dari bawaan lahir, ibaratnya tuh udah peranakan, mau seneng atau nggak seneng, mau diurusin atau nggak diurusin, mau susunya cocok atau enggak, emang udah keturunan cuma segitu badannya.
Cuma satu doaku diulang tahunmu “Ya Allah, kabulkan apa yang suamiku selalu doakan, aku mohon dengan sangat.” Nah untuk keinginanmu, keinginanku, impianmu, impianku, jangan terlalu agresif, biarkan berjalan begitu saja, cukup kerjaan yang menekan dan bikin stress. Kamu sih nggak menekan dan bikin stress, cuma kadang bikin pegeeeel aja. *peace* Di suruh mandi mintanya makan dulu, disuruh makan cuma iya-iya doang dari 5 menit yang lalu, makanan dari anget sampe dingin. Masih pegang hp terus, disenggol galakan kamu, katanya “lagi nanggung nih, dikit lagi menang” sebelnya lagi kalau nada suaranya naik pitam sambil ngedumel sendirian. *pleasedechitucumagame*
Panjang banget ya ngucapin selamat ulang tahun aja, kamu yang baca juga bingung. (ngucapin ultah apa curhat?) #Peluk Cium Buat Suami Ganteng
Regards,


Istri Cantik

Monday, 12 September 2016

Prosa malam

Dear makhluk ciptaan tuhan

Kadang kehidupan tak seindah yang kita impikan, untuk itu kita perlu bersabar
Kadang impian tak selalu menjadi kenyataan, untuk itu kita perlu tawaqal
Kehidupan manusia kadang di atas, kadang di bawah, untuk itu kita perlu rendah diri
Semisalpun selalu di atas, berarti ujianmu kelak di akhirat
Sepandainya padi merunduk pasti kekar terlebih dahulu
Ada masa dimana perkataan tak layak terucap dari buah pikir penyair, saat waktu menjadi teman melewati haru. Aku terdiam, entah apa yang ingin dia dilakukan, seolah protes terhadap kebenaran. Memeluk pikuk udara yang seakan merebut perhatian, merebut pernafasan, merebut keyakinan. Jadi siapa yang bodoh? Jelas-jelas persfektifnya abstrak masih meminta penjelasan. Aku bukan orang yang kasar, sekalipun terhadap musuh besar. Saat aku kasar, itu bukanlah aku, apalagi dengan orang yang aku sayangi (MAMAH) ialah emosi yang membirahi.


≠Secercah ini semoga bermanfaat, bukan tentang dan karena abang

Sunday, 4 September 2016

Aku suka caramu tersenyum

Kemarin kedatangan aku ke alam hanya ingin tersenyum. Melihat keindahan tuhan dari kejauhan. Menikmati secangkir teh panas yang aku rasa ada kamu sebagai penghangat. Sebelum lima menit, seketika teh menjadi dingin.
Alam itu penuh kerinduan yang teramat dalam. Setelah sekian harinya terbiasa melakukan hal yang biasa. Dulu kita pernah begitu dekat karena alam, padahal berjarak. Sekarang kita tidak berjarak, tapi tidak begitu dekat bukan karena alam. Dulu aku sering menatapmu lamat-lamat, sampai tak ku biarkan waktu berjalan begitu cepat melewatkan penyaksikan keindahan ciptaan Tuhan. Hingga saat ini menatapmu sungguh merindukan. Dulu saat pengakhiran hari menjadi waktu yang paling setia menemani. Begitupun saat ini, selalu ku tunggu tibanya akhir hari. 
Aku suka caramu tersenyum, memiliki arti yang mudah aku pahami. Semoga hari-hari kami akan ada yang menemani.

#aminYRA

Monday, 29 August 2016

No Posting

Kamu tahu madu terbuat dari apa? Lebah yang menyengat
Padahal rasanya manis dan aku suka
Kamu tahu jamu terbuat dari apa? Tangan mbok yang ikhlas
Padahal rasanya pahit dan aku tidak suka
Kadang yang terlihat baik itu tenyata buruk, juga sebaliknya
#selamat bekerja

Tuesday, 2 August 2016

Semua ada masanya

Sepintar ini bekerja hanya untuk membereskan kertas, fotokopi kertas, scan kertas, dan strapler kertas
Lebih pintar lagi semua berlandaskan kertas, uang, kendaraan, rumah, dan harta benda lain
Tertulis, ketika ucapan melontarkan prinsip, tapi tulisan bukan hanya pada kertas
Seteguhnya prinsip tersebut, dapat terkalahkan oleh takdir, yang biasa orang menyebutnya “jilat ludah sendiri”
Kalau sudah seperti ini malu sendiri, mencabut lagi kata-katanya “nggak jadi”
Tetapi banyak yang sudah terjadi dan terlampaui
Berpandai-pandailah kalian dalam menulis bukan berkata, karena yang lebih bahaya bukanlah si pintar penulis, tapi si pintar pembicara
Dan orang lebih mudah terbujuk dengan omongan ketimbang tulisan

;)

Friday, 22 July 2016

Merbabu, Mei 05th, 2016

Kehangatan merbabu banyak cerita.


Saya pernah ke daerah jawa tengah, tapi belum sempat menapaki areal gunung merbabu. Berawal dari sulitnya keberangkatan, lebih menyulitkan ketika kepulangan. Tapi kami akhiri dengan senyuman, walaupun tanda pernikahan kami kali itu terdeteksi hilang, dan akhirnya kembali sesampainya kami di rumah.

Selama ini Tuhan saya belum pernah merampas hal yang saya anggap berharga. Sampai saya berkali-kali bertanya, terlalu sayangkah Engkau kepada saya? Padahal saya adalah hambaMu yang selalu melakukan dosa.

Kehangatan gunung selalu memikat hati untuk bercerita, dan setiap perjalanan memiliki banyak cerita berbeda. Boyolali tempatnya, naik via kopeng, turun via selo. Katanya gunung merbabu itu adalah gunung yang tidak ada mata air di atas, alhamdulillah itu tidak terbukti via kopeng masih ada 2 titik sumber air, pas puncak menara juga masih ada air.

Memijakkan kaki ke lebih dari 3000 kaki itu merupakan hal yang luar biasa, apalagi berhasil menapaki puncak sejati. Penuh tawa dan tangis. Saat tertawa, saya bisa membagi kebahagiaan dengan yang lain, tapi saat saya menangis, yang saya cari hanyalah pundaknya. Pandangan depan hanya berlatarkan hitam, tapi saya aman. Dia tidak sekuat yang lain, namun untuk saya maka dia terkuat dari yang lain.

Terimakasih ya Allah Engkau telah mengembalikan kami dari perjalanan sulit mencapai puncak sejatinya gunung merbabu dengan sentosa, meninggalkan kenangan dan senyuman.

#selaluadasenyumdibalikpagi :)

photograph by +Eric Ferdian 

Friday, 10 June 2016

Ramadhan Kembali Datang

Mataku mulai sayup, jam tidur berkurang, perut keroncongan. Pertanda Ramadhan datang, tapi imanku masih belum maksimal. Ciri khas Ramadhan, banyak pedagang dadakan, banyak rasa yang datang. Saat ini bagun tidur adalah keindahan Ramadhan.

Pukul setengah empat, biasanya papah yang bangunin aku sahur, kalau masih susah juga, mamah teriak SAURRR.....SAUUUUUUUUURRR....Kejadian tersebut selalu berulang setiap tahun. Kadang yang membuat lucu ocehan bocah SMP yang sekarang sudah baligh, cukuplah bikin mata melek.

Sahur kali ini bunyi alarm yang membangunkanku. Oiya sekarang aku sudah bisa buat hidangan sahur, meski setiap hari suami selalu menegur. Berasa lagi main masak-masakan, walaupun rasanya agak aneh, setidaknya aku berusaha membuat hidangan terbaik. Hmmm masak itu sesuatu hal yang dikerjakan sangat lama, tapi makannya sebentar, iya kalau enak, kalau kurang enak pasti makanannya terbuang sia-sia. Pantes dulu mamah suka ngomel kalau anaknya jajan di luar, padahal dia sudah masak, ternyata buatnya susah payah cuma mau dihabiskan, pertanda bilang "masakannya enak"

Paling buka puasa masih bareng-bareng mereka, tapi kalau sahur sudah pasti tidak bisa. Kadang sedih, biasa ramai, sekarang sepi. Sambil mikirin siapa yang bantuin mamah di rumah? karena disana jagoan semua.