Saturday, 8 April 2023

MAN-THINK

Gw bingung ya kalo denger laki-laki suka ngasih jatah bulanan ke istrinya, atau istrinya yang cerita jatah bulanannya sekian, malah ada suami yang HUTANG ke istri, "mana lo bayar bln kemaren pakai duit gw" OMG, ini lebih parah lagi. Ya mungkin beda-beda peraturan rumah tangga dikau dengan daku, eits tapi lo ingatkan istilah "uang suami adalah uang istri juga, sedangkan uang istri ya uang istri". Kalo dari sini jalannya insya Allah rejeki rumah tangga kalian lancar. Dulu hitungan bulan awal pernikahan gw juga di  jatah, akhirnya ATMpun diberikan dengan alasan: "udah dikasih jatah bulanan minta-minta lagi" wkwkwk

well, alhamdulillah gw punya suami yang nggak pernah kepo sama uang yang gw miliki, dan ATM suami gw yang miliki, sooo... mau berapapun uang yang gw ambil its okey katanya selagi memang keperluan. Gw pun berusaha sejujur-jujurnya menggunakan uang suami, alhamdulillah 8 thn berumah tangga tdk pernah cekcok karena prinsip yang gw pegang. 

Gw termasuk boros ga ya? mungkin segelintir orang menganggap gw boros, eh tapi ada segelintir orang yg gw bilang ngirit (alias pelit), beberapa yang bilang gw baik (alhamdulillah), beberapa bilang gw baik (tapi hitung-hitungan juga). Nah sekarang gw breakdown lagi definisi pengeluaran gw.

Gw beli skin care seharga 500rb, perawatan muka seharga 500rb, itu gw bisa 2 minggu tebusnya pakai healthy food (nasi, tahu tempe, sayur). Mahal amat perawatan? yaiyalah cantik itu mahal, kan investasi di bidang muka buat suami. Bayangkan suami lo di rumah tiap hari, yang dilihat tiap hari ya istri, kalo lo ga investasi di bidang muka tinggal DOA yang menguatkan suami lo untuk ga lirik-lirik WIL. Nah yang tau gw perawatan segitu bilangnya boros, nah yang tau gw makan alakadarnya taunya gw ngirit (buat beli rumah lagi, amiiiiin). Sama seperti halnya gw beramal, yang menerima bilangnya baik, yang tau nominal amal gw bilangnya sedikit. Lahhh....kan nggak perlu setiap gw amal lo tahu, ya kan tempe?

Banyak yang mengolok-olok "gw ya kalo jadi lu, laki gw kerja di LN ke mall tiap hari, ga perlu kerja, gw traktir temen-temen gw (Hahaha ketawain aja dulu). Makanya Allah nggak kasih suami lo rejekinya banyak, niatnya udah jelek (astaghfirullah). Pikiran laki-laki cuma 1: nafkah yang dikasih apa lo pergunakan dengan baik? karena kalau lo pergunakan ke arah positif si pencari nafkahlah yang mendapat pahala, sedangkan kalau dipergunakan ke arah negatif si pencari nafkah bekerja hanya sia-sia. Bayangkan suami gw kerja susah payah tdk ada nilainya, gw si nggak tega ya! 

#Man-think
#Me-think

Monday, 23 May 2022

PERCAYA DIRI

Di penghujung tahun 2015 merupakan puncak awal kehidupan yang sesungguhnya untuk saya. Memantapkan diri untuk SEGERA menikah di umur 25 tahun. Bukan kah lebih cepat itu lebih baik? menghindari zinah dan fitnah. Tentunya dengan orang yang saya percaya sudah tepat. Bertemu kembali di 2015, tanpa pacaran, tanpa hambatan, begitu cepat dan tepat di tahun itu juga saya menikah. Dari praduga korban perjodohan orangtua sampai korban MBA. Namanya jodoh ya Allah kasih lancar, lancar jalannya, lancar rizkinya, lancar hubungannya, ga ada tuh galau-galauan, baper-baperan, putus-putusan, nyambung-nyambungan. Awalnya saya pikir menikah itu mencari kebahagiaan, setelah menjalani rumah tangga saya salah besar. Menikah itu mencari keridhoan Tuhan. Kalau pacar kamu bilang akan membahagiakan kamu dengan menikah itu salah besar! hahaha! apalagi untuk wanita, mungkin lebih bahagia ketika remaja. Dulu kalo bangun tidur jam 10 siang paling cuma kena omel nyokap, siangnya doi udah baik lagi, itupun kadang masih ditolerir kalo lagi kebagian shift kerja siang. Mau pergi kemana dan pulang kapan bebas tanpa pikirin orang rumah. Well, tingkat kebahagiaan berbeda-beda. Ada yang bahagia ketika memiliki keturunan, ada yg bahagia ketika memiliki harta, ada yang bahagia ketika memiliki tahta. Dan setelah proses bahagia itu tidak cukup, hanya sementara setelah itu akan ada kebahagiaan lain yang menunggu, maka susah lagi, lalu senang lagi, makanya banyak yg bilang menikah untuk "SUSAH SENANG SAMA-SAMA" karena memang susah dulu baru senang, hehehe.

Sekarang umur saya menginjak 32 tahun, walaupun banyak yg mengira 23 tahun, hehehe. Bahagia? tentunya. Ternyata seiring bertambahnya umur mengingatkan saya kepada Tuhan, mendekatkan saya kepada pencipta semesta, kembalinya tujuan hidup yang abadi. Sekarang saya lagi nikmatin prosesnya, proses kesulitan, kebahagiaan, susah, senang dalam berumahtangga dengan 2 anak. Mungkin di luar sana dengan umur yang saya punya masih ada yang berbahagia dengan status singlenya, dengan status istri, atau ibu dari anak 1, 2, 3, 4, dst. dan saat ini saya sedang berbahagia karena bisa merasakan kebahagiaan single parents sementara sambil menunggu kebahagiaan kelengkapan itu datang di penghujung tahun 2022 ini. 

Balik lagi sm tingkat kebahagiaan beda-beda ya guys... Saya bahagia dengan pemberian rindu dari suami. Mungkin rindu kalian selesai selepas suami pulang kerja, saya pun sama hanya porsinya yang ditambahkan menjadi 9 bulan. Banyak yang nanya kok mau LDM sama suami? yakin suaminya aman di LN? kalo masalah aman si suami emang ga bakalan aman dari perempuan lain, cuma bohong atau nggak sih urusan dia dengan yang maha kuasa, dan tugas saya hanya PERCAYA. 

Thursday, 26 August 2021

Arshavin Zain Ferdian

Anak kedua saya, gender yang sama seperti kakaknya, Arshavin Zain Ferdian. Kecewa? tentu tidak. Katanya kalau belum punya anak perempuan itu belum sempurna menjadi seorang bpk/ibu, tapi saya nggak. Memiliki seorang anak adalah karunia terindah dari Tuhan untuk saya, apalagi memiliki dua orang anak. Menikah bukan tentang mencari keturunan. Jadi duapun cukup untuk saat ini, semoga sampai mendatang, Shavin menjadi adik, Erza menjadi kakak. Bukan tentang pengurusan, pendidikan, apalagi rejeki, tetapi pada dasarnya budaya PATRIARKI masih layak menjadi perbincangan di sekitar saya. Maklum saya hidup di lingkungan terpencil yang memang kampung. Jadi sedikit banyak selalu ada kata "kok nggak bisa?" Kodratnya seorang wanita adalah ketika bisa hamil, melahirkan, dan menyusui, selebihnya apa yang bisa dilakukan wanita pasti bisa dilakukan laki-laki, begitupula sebaliknya. Bersikap adil 1 anak di handle bpk, 1 anak di handle ibu. Dalam pengurusan anak tentunya banyak miss, dan budaya PATRIARKI tidak berlaku di sini.

*Ade Shavin* 😘

Tuesday, 22 December 2020

KITA DAN MASA LALU

Semua orang memiliki masa lalu, begitu pula KITA. MASA LALU boleh dilihat jika perlu, sebagai pelajaran agar terhindar dari kecelakaan. Semua insan memiliki berbagai MASA LALU baik terang maupun gulam, begitu pula KITA. Sudah menjadi kewajiban setiap pasangan menerima semua yang ada dalam diri pasangannya maupun sekelilingnya, termasuk didalamnya MASA LALU. Sekarang bagaimana mengemas MASA LALU tersebut dalam keadaan rapi, tanpa terlihat kasat mata, mengambil hikmah dari setiap pelajaran, agar yang tak diinginkan tak menjadi kenyataan. 

Tugas pengemudi saat ini hanya ingin melihat kebelakang atau hanya menoleh sesekali kebelakang? Bincang-bincang tentang KITA dan MASA LALU selalu buat pilu. Aku bertanya, kamu bertahta. Pillow talk hanya sebuah teori tanpa observasi, kenyataan tak sebanding dengan harapan yang berujung emosi. Aku hanya merasa tersakiti, sekalipun kamu bukan bermaksud menyakiti. Cita KITA satu, jalan terus maju masih jauh, jangan sampai buntu. Kepercayaan nomor satu, keraguan seharusnya tersapu. MASA LALU mengusir kepercayaan, sehingga dilansir kecurigaan yang akhirnya berdampak pada setiap pasangan. Semoga KITA bisa belajar dari MASA LALU tanpa kata-in.

Saturday, 8 August 2020

Hadiah Ulang Tahun ERZA

Abang selalu minta dibelikan dede, selalu tanya dede bayi belinya dimana? 080817 happy birthday abang erza. Kado ulang tahun kali ini bunda sedang mengandung dedenya erza 3 bulan. Alhamdulillah kita ucapkan agar dedenya selalu sehat, bunda juga sehat terus nggak pakai ngidam-ngidaman, mabok-mabokan, apalagi halu-haluan. Biar bisa mengandung dedenya abang sambil ngurus abang dan ayah. Efek lockdown dari Covid-19 memang sangat memberikan hikmah dan pelajaran bagi kita semua, alhamdulillah keluarga kita tidak diberikan cobaan yang berarti, justru diberikan calon keluarga baru yang akan menemani abang biar bisa tidur di kamar abang, biar bisa pisah dari bunda sama ayah, biar abang mandiri. Apapun jenis kelamin dedenya abang harus tetap sayang ya, harus jadi abang yang siap melindungi adik-adiknya. 

Friday, 19 June 2020

Jejak Pemi(r)sah

Banyak jejak terlihat namun tak meninggalkan bekas. Ingin sekali menulis kembali, apapun coretan itu supaya berarti kelak nanti. Bukan untuk melihat kembali cerita lain dimensi, tetapi untuk menagkap pelajaran yang berarti. Aku selalu membiasakan membaca kepada anak untuk senang dengan buku, walaupun saat ini anakku belum bisa membaca, setidaknya ia gemar memegang dan melihat isi buku, apapun itu. Bayangkan mulai TK ia akan terbiasa melihat buku (2 tahun) lanjut SD (6 tahun) lanjut SMP (3 tahun) SMA (3 tahun) dan kuliah (4 tahun). Bayangkan kalau anak tidak terbiasa membaca, ia tidak akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak disenanginya selama 18 tahun (buku dan tulisan). Menulis saja apapun yang ada dipikiranmu, membaca saja apa yang kamu pegang dan lihat, sesimpel itu meningkatkan kegiatan baca membaca. Jadi penulis? sepertinya impian semua orang. Tetapi aku cukup jadi penulis untuk pemirsa sekalian  yang gemar membaca blog. Tolong tidak meninggalkan komen seperti robot (sambil melihat kembali komen no name), tapi komen yang betanggung jawab sebagai pembaca yang baik. 

BOKIRUSUN NOVIANA

Saya ingin menceritakan pengalaman keluarga saya yang ditipu oleh orang ini. Namanya Bokirusun Noviana, sering di panggil Bu Novi. Ia memanfaatkan teman SMAnya yang sudah mengenalnya dan mengakraban diri kembali selama 4 tahun. Di tahun keempat, barulah ia menawarkan umroh free kepada temannya ini sebut saja korbannya SY. SY mendapat tawaran umroh gratis karena si Bu Novi ini sudah janji kepada SY akan mengajaknya umroh gratis. Maklumlah Bu Novi ini memiliki rumah yang cukup mewah serta sederet mobil branded di wilayah Cempaka Putih, Tangerang Selatan. Dengan iming-iming umroh gratis, Bu Novi yang juga mengaku kerja di perusahaan travel umroh bernama HAMDU TRAVEL diangkat dari nama ALHAMDU TRAVEL meyakinkan korbannya SY bahwa ada kursi gratis untuk 4 orang (bukan hanya dirinya) tetapi hanya benar-benar SY lah yang benar-benar free. 3 bangku kosong yang lain adalah bangku kosong yang tiba-tiba dibatalkan oleh traveler, Bu Novi meminta SY untuk mencarikan orang yang ingin umroh gratis tetapi hanya membayar 7.500.000 perorang untuk mengganti penginapan selama di sana. Sontak saja SY menawarkan kakak dan adiknya untuk ikut bersama SY dan meyakinkan keluarganya kalau Bu Novi sangat bisa dipercayai sampai-sampai SY berdalih, jika Bu Novi adalah penipu, akan saya kembalikan uang kalian. Karenanya percayalah keluarganya. Setelah pada tahap transfer, kebetulan saya sebagai penulis transfer ke nomor rekening adik SY, dan adik SY yang transfer langsung ke Bu Novi. Saat saya ingin meminta bukti transfer adik SY, saya mendapatkan nama yang aneh. Penerimanya bernama BOKIRUSUN NOVIANA. Orangnya cantik kenapa namanya Bokir? pikir saya waktu itu, dan entah kenapa saya ingin sekali search engine di google nama tersebut. Dan yang saya dapatkan adalahhhh.... eng ing eng.... semua berita tentang Bu Novi adalah penipu. Ia adalah mualaf yang tidak jelas menikah dengan siapa dan sudah menikah berkali-kali. Penipuan haji, travel, umroh, jual-beli, dan diapun sudah sering keluar masuk penjara. Wowww.... kenapa SY tidak mengetahui teman akrabnya adalah penipu? Jadi, Bu Novi memanfaatkan korbannya sebagai dalang, agar korbannyalah yang di cari-cari semua orang. Dengan meyakinkan korbannya Bu Novi mengajak semua korbannya ke rumah mewahnya dan berpura-pura habis pulang umroh dan haji. Korban melihat Bu Novi umroh perpuluh-puluh kali dan haji berkali-kali serta melihat rumah serta isinya menjadi yakin bahwa Bu Novi bukanlah penipu. Apalagi ia juga sering memberikan oleh-oleh untuk korban dan keluarga korban dengan dalih "habis pulang dari LN". Jadi Warga Negara Indonesia yang baik haruslah sering-sering bersyukur. Bersyukur karena keluarga saya baru kena 5.500.000, bersyukur karena keluarga saya belum mengeluarkan biaya untuk mem uat paspor, bersyukur karena keluarga saya belum mengundang warga untuk melakukan pertemuan layaknya orang-orang lain sebelum berangkat umroh, bersyukur keluarga saya belum benar-benar jadi jalan ke tanah suci. Mungkin saja jika benar berangkat, keluarga saya terlantar di sana dan belum tentu bisa balik ke Indonesia dengan selamat sentosa. Karena yang saya cek diantara sekian banyak penipuan yang dilakukan Bu Novi ini, mungkin keluarga saya masih dalam hitungan kecil, banyak yang tertipu puluhan juta rupiah. Saat saya menulis ini, saya mendengar Bu Novi sudah dipenjara kembali. Mungkin nantinya setelah lepas akan menipu lagi. Untuk itu saya menulis tulisan ini untuk memudahkan kalian mencari nama BOKIRUSUN NOVIANA dan ALHAMDU TOUR ATAU ALHAMD TOUR. Semoga setelah ini tidak ada lagi yang tertipu oleh orang ini.